Tentang Kami


Pendahuluan

Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 28 Bagian H ayat (1) telah menegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan, kemudian dalam Pasal 34 ayat (3) dinyatakan Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Undang-Undang nomor 36/2009 tentang Kesehatan pada pasal 19 menyebutkan bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien dan terjangkau. Klinik sebagaimana yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014,adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutama kan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya diwilayah kerjanya.

Konsep wilayah yang dianut oleh Klinik Pratama Melania Bruderan bertujuan untuk mengutamakan pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat dengan tetap mengedepankan mutu dan kemampuan masyarakat. Idealnya setiap kecamatan memiliki satu puskesmas induk sesuai dengan kebutuhan dan ditunjang oleh puskesmas pembantu berdasarkan pola pembangunan kesehatan di Indonesia. Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan kesehatan yang semakin meningkat, keberadaan puskesmas sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga konsep wilayah semakin diperluas menjadi perkelurahan. Meski demikian, keterbatasan sarana, prasarana dan sumber daya manusia tetap menjadi kendalanya. Sehingga dibutuhkan kecermatan untuk mendirikan suatu puskesmas agar dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dengan lebih luas dan sesuai. Penetapan puskesmas induk adalah suatu upaya untuk menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap. Puskesmas induk adalah puskesmas yang telah terkonsep dengan wilayah kerja sedemikian rupa dan memiliki wewenang dan tanggungjawab yang lebih solid sehingga ketersediaan mutu dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih baik.

Sejarah KPMB

Klinik milik kongregasi Bruder Budi Mulia ini menjadi salah satu pelopor klinik TBC di Kota Bogor. Klinik ini tak lelah melayani terutama yang miskin. Pada masa awal berdirinya, sering terdengar suara sumbang tentang klinik yang berdiri di Jl Kapten Muslihat No. 20 Bogor, Jawa Barat itu. Komentar-komentar seperti “Itu kan klinik untuk orang Kristen,” Karena faktanya kehadiran Klinik Pratama Melania Bruderan (KPMB) bertujuan untuk melayani sesama manusia apapun latar belakangnya. Maka jangan segan dan ragu, silakan datang, kami akan melayani anda dengan penuh kasih. KPMB sebelumnya disebut Balai Pengobatan Melania Bruderan. Karena memenuhi tuntutan PERMENKES No.9 Tahun 2014 tentang Klinik, maka diubah menjadi Klinik Pratama Melania Bruderan.

Endemik TBC

Bumi Pasundan merupakan wilayah dengan jumlah pengidap tuberkulosis (TBC) tertinggi di Indonesia saat ini. Itu bukanlah cerita baru. Sejak tahun 1970-an, wilayah Jawa Barat memang memiliki Prevalensi TBC cukup tinggi. Hal ini mungkin disebabkan oleh kepadatan penduduk, situasi sosial ekonomi masyarakat juga memprihatinkan dan Fasilitas kesehatan ketika itu juga belum memadai seperti saat ini.

Dengan latar belakang seperti itu, pada 1 Juni 1970 para Bruder kongregasi Budi Mulia (BM) mendirikan Balai pengobatan UMUM dan Poli TBC. Keputusan para Bruder Budi Mulia seperti menyambut visi gereja universal yang saat itu banyak memiliki kegiatan misi. Klinik pun berdiri dengan sokongan bantuan dari beberapa lembaga dan karya-karya Misi dari Eropa.

Tahun 1980-an, Jumlah misionaris ke Indonesia mulai menurun yang berdampak pada kurangnya pasokan bantuan obat-obatan. Kondisi itu harus dihadapi dengan segala daya upaya para bruder dan karyawan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Puji syukur KPMB sampai saat ini tetap setia melayani masyarakat sekitar dengan kasih.